skip to main |
skip to sidebar
Phil Jones Percaya Takhayul
Phil Jones akan selalu membuka kaos kaki sebelah kiri usai laga kandang, dan sebelah kanan saat usai laga tandang.
Eric Cantona dan Pual Ince punya 'ritual'
khusus yang diyakini membuatnya sukses. Phil Jones juga punya
kepercayaan terhadap takhayul.
Cantona selalu bermain dengan
kerah t-shirt ke atas. Ince selalu menjadi orang terakhir yang keluar
dari lorong. Usai pertandingan, Ince akan menjadi pemain terakhir yang
membuka kostum. ones punya kebiasaan lain. Ia pergi ke tempat
pertandingan lebih dulu, dan menolak naik lift jika laga berlangsung di
luar negeri.
Ia juga melakukan 'ritual' khusus usai
pertandingan. Yaitu, akan selalu membuka kaos kaki sebelah kiri jika
laga berlangsung di Old Trafford. Jika laga digelar di kandang lawan,
Jones akan selalu membuka kaos kaki sebelah kanan lebih dulu.
Saat
Setan Merah bertandang ke Swansea, misalnya, rekan-rekannya menyaksikan
bagaimana Jones membuka kaos kaki sebelah kanan lebih dulu.
"Pekan
depan Manchester United akan menghadapi Benfica. Usai laga itu, saya
akan membuka kaos kaki sebelah kiri lebih dulu," ujarnya.
Jones mengakui ritual semacam itu tak ubahnya tindakan bodoh. Namun ia tidak bisa menghindar, karena telah menjadi kebiasaan.
Jones
tidak tahu apakah ritual ini yang membuatnya sukses. Ia juga tidak
sadar sejak kapan melakukannya. Yang pasti, sejak kepindahannya dari
Blackburn ke Manchester United, performanya terus membaik.
"Saya
juga tidak suka melangkahi garis putih lapangan. Jika saya harus
melakukannya, saya akan melangkah dengan kaki kiri jika laga kandang,
dan kaki kanan jika laga di luar kandang," kata Jones.
Ritual pra-pertandingan tidak hanya dilakukan di ruang ganti, tapi bisa di mana saja. Salah satunya di hotel.
"Jika Anda memasuki hotel, akan selalu ada dua handuk menggantung di bawah," demikian Jones.
"Saat
laga melawan Spanyol, saya menggantungkan kedua handuk itu sebelah kiri
karena kami bertanding di depan publik," lanjutnya.
Sebelum
Jones menceritakan semua ini kepada wartawan, tak satu pun rekannya di
Manchester United dan timnas Inggris yang memperhatikan 'ritual'-nya.
Sehingga tidak ada orang yang mempersoalkannya.
"Sekarang semua ini bukan lagi rahasia. Saya memang tidak ingin merahasiakannya," ungkap Jones.
Khusus
keengganan naik lift saat berada di luar negeri, Jones menyebutnya
bukan ritual, tapi phobia. Saat berlibur ke Yunani dan menginap di
sebuah hotel, ia pernah terjebak di dalam lift beberapa jam.
"Saya
ketakutan luar biasa. Saya rasa saya mengidap claustrophobia, atau
ketakutan berada dalam ruangan sendirian," kenang Jones.
0 komentar:
Posting Komentar