Social Icons

Sabtu, 19 November 2011

Phil Jones Percaya Takhayul

Phil Jones akan selalu membuka kaos kaki sebelah kiri usai laga kandang, dan sebelah kanan saat usai laga tandang.

Eric Cantona dan Pual Ince punya 'ritual' khusus yang diyakini membuatnya sukses. Phil Jones juga punya kepercayaan terhadap takhayul.

Cantona selalu bermain dengan kerah t-shirt ke atas. Ince selalu menjadi orang terakhir yang keluar dari lorong. Usai pertandingan, Ince akan menjadi pemain terakhir yang membuka kostum.
ones punya kebiasaan lain. Ia pergi ke tempat pertandingan lebih dulu, dan menolak naik lift jika laga berlangsung di luar negeri.

Ia juga melakukan 'ritual' khusus usai pertandingan. Yaitu, akan selalu membuka kaos kaki sebelah kiri jika laga berlangsung di Old Trafford. Jika laga digelar di kandang lawan, Jones akan selalu membuka kaos kaki sebelah kanan lebih dulu.

Saat Setan Merah bertandang ke Swansea, misalnya, rekan-rekannya menyaksikan bagaimana Jones membuka kaos kaki sebelah kanan lebih dulu.

"Pekan depan Manchester United akan menghadapi Benfica. Usai laga itu, saya akan membuka kaos kaki sebelah kiri lebih dulu," ujarnya.

Jones mengakui ritual semacam itu tak ubahnya tindakan bodoh. Namun ia tidak bisa menghindar, karena telah menjadi kebiasaan.

Jones tidak tahu apakah ritual ini yang membuatnya sukses. Ia juga tidak sadar sejak kapan melakukannya. Yang pasti, sejak kepindahannya dari Blackburn ke Manchester United, performanya terus membaik.
"Saya juga tidak suka melangkahi garis putih lapangan. Jika saya harus melakukannya, saya akan melangkah dengan kaki kiri jika laga kandang, dan kaki kanan jika laga di luar kandang," kata Jones.

Ritual pra-pertandingan tidak hanya dilakukan di ruang ganti, tapi bisa di mana saja. Salah satunya di hotel.

"Jika Anda memasuki hotel, akan selalu ada dua handuk menggantung di bawah," demikian Jones.

"Saat laga melawan Spanyol, saya menggantungkan kedua handuk itu sebelah kiri karena kami bertanding di depan publik," lanjutnya.

Sebelum Jones menceritakan semua ini kepada wartawan, tak satu pun rekannya di Manchester United dan timnas Inggris yang memperhatikan 'ritual'-nya. Sehingga tidak ada orang yang mempersoalkannya.

"Sekarang semua ini bukan lagi rahasia. Saya memang tidak ingin merahasiakannya," ungkap Jones.

Khusus keengganan naik lift saat berada di luar negeri, Jones menyebutnya bukan ritual, tapi phobia. Saat berlibur ke Yunani dan menginap di sebuah hotel, ia pernah terjebak di dalam lift beberapa jam.

"Saya ketakutan luar biasa. Saya rasa saya mengidap claustrophobia, atau ketakutan berada dalam ruangan sendirian," kenang Jones.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text